Dampak Nikah Siri Bagi Istri dan Anak yang Perlu Diketahui

Dampak Nikah Siri Bagi Istri dan Anak yang Perlu Diketahui

Anda tentu sudah familiar dengan istilah nikah siri, bukan? Bisa dikatakan jika fenomena nikah siri atau kerap disebut dengan nikah bawah tangan cenderung cukup marak terjadi. Jika disimak, kasus pernikahan siri di Indonesia cukup meningkat terutama di kalangan publik figur dan juga para tokoh lainnya.

Memang, pernikahan tersebut sejatinya sah secara agama. Namun, tidak sedikit oknum yang menggunakan nikah siri sebagai kedok semata yang nantinya membawa kerugian pada pihak lainnya.

Berbincang tentang nikah siri, ada beberapa dampak yang perlu diketahui terutama yang terjadi pada wanita sebagai istri dan juga anak. Apa saja dampak yang dimaksud tersebut? Simak ulasannya!

Beberapa Dampak Nikah Siri Bagi Istri dan Anak

Ada beberapa dampak pernikahan siri yang dilakukan terutama bagi istri dan anak yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Adapun beberapa dampak yang dimaksud adalah:

  1. Pernikahan tidak dianggap sah secara oleh negara

Salah satu dampak dari nikah siri yang dilakukan adalah pernikahan tersebut dianggap tidak sah dan tidak pernah ada oleh negara. Memang, pernikahan siri yang dilakukan mendapatkan ketentuan hukum secara agama. Tetapi, dalam hukum negara, pernikahan tersebut belum memiliki unsur.

Dampak dari pernikahan yang tidak diakui oleh negara adalah tidak ada legalitas dari pernikahan tersebut. Hal ini nantinya berdampak pada hak istri yang harus didapatkan dari suami, hak anak untuk mendapatkan pengakuan hukum dan lainnya.

  1. Status anak yang bermasalah

Dampak lain dari pernikahan siri yang dilakukan terutama bagi anak adalah status mereka yang cenderung bermasalah. Pasalnya, dalam hukum negara yang digunakan, status anak yang didapatkan dari pernikahan siri disamakan dengan status anak yang lahir di luar pernikahan.

Efek dari permasalahan status anak ini adalah anak hanya memiliki hubungan perdata dengan ibu. Nantinya, di akta kelahiran anak, maka yang tercantum sebagai wali dari anak adalah ibu.

  1. Tidak ada kewajiban suami untuk memberikan nafkah

Sebagaimana disinggung di awal, nikah siri yang dilakukan memberikan dampak yang cukup berat bagi istri. Salah satu dampak tersebut adalah tidak adanya kewajiban seorang suami untuk memberikan nafkah kepada istri.

Pasalnya, status pernikahan siri yang dilakukan tidak diakui di mata hukum negara. Oleh karenanya, jika suatu saat seorang suami yang menikah siri tersebut menelantarkan istri serta anaknya, maka si istri ataupun anak tidak bisa dan cenderung susah untuk menuntut hak yang seharusnya mereka dapatkan.

Dari beberapa poin di atas, bisa dikatakan jika pernikahan siri memberikan dampak yang cukup besar baik bagi istri ataupun anak. Oleh karenanya, hal tersebut perlu menjadi pertimbangan serius beberapa pihak yang hendak melangsungkan jenis pernikahan ini. Semoga bermanfaat.

Back To Top